Abu Thalib seorang muk’min tetapi tidak muslim

 

zawiyah-arraudhah.com – Dalam pengajian kitab sirahnya, syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah menjelaskan bahwa Abu Thalib adalah saudara Abdullah ayah baginda Nabi SAW yang seayah dan seibu, sehingga dengan alasan inilah beliau yang merawat baginda Nabi SAW setelah meninggalnya Abdul Muthallib sang kakek Nabi Download the look icon.

Abu Thalib melihat keberkahan selalu menghampiri  sejak baginda Nabi tinggal bersama di rumahnya dengan anak-anaknya yang lain. Abu Thalib adalah bukan termasuk orang yang kaya, akan tetapi dengan kedatangan baginda Nabi, makanan yang hanya cukup untuk keluarganya, maka menjadi lebih dan penuh keberkahan 녹지자연도 다운로드.

Sehingga tidaklah heran, ketika baginda Nabi SAW diutus menjadi seorang Rasul, Abu Thalib tidak melarang istri dan anak-anaknya untuk memeluk islam Download the free sound source. Adapun dirinya tidak menyatakan keislamannya, adalah demi menjaga baginda Nabi SAW, agar Abu Thalib memiliki wibawa di hadapan para kafir quraisy, karena mereka menganggap bahwa Abu Thalib masih satu keyakinan dengan mereka Download Rose. Maka dengan kewibawaan  inilah, dirinya mampu melindungi baginda Nabi dalam dakwahnya, sehingga tidak ada satupun dari mereka yang berani menyakiti baginda 더 하우스.

Hal ini adalah merupakan ijtihadnya, dalam mendukung dakwah baginda Nabi. Dalam syi’ir-syi’irnya, Abu Thalib adalah orang yang beriman kepada Allah sebagai Tuhan yang satu, sebagaimana mengakui keistimewaan baginda Nabi SAW, bahkan dirinya bertawasul dengan baginda ketika di Mekkah terjadi kekeringan, seperti disebutkan dalam kitab-kitab sirah nabawiyyah (sejarah Nabi) Skype 3 8.  Meski tidak secara terang-terangan menyatakan baginda sebagai seorang Rasulullah.

Sebagaimana Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, bahwa “حَدَّثَنَا سَالِمٌ عَنْ أَبِيهِ رُبَّمَا ذَكَرْتُ قَوْلَ الشَّاعِرِ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَى وَجْهِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم يَسْتَسْقِى فَمَا يَنْزِلُ حَتَّى يَجِيشَ كُلُّ مِيزَابٍ” yang artinya “ telah diceritakan dari Salim dari ayahnya, bahwa dia berkata :” saya teringat ucapan seorang syair, dan saya melihat kepada wajah mulia baginda Nabi SAW,  syair ini bertawasul meminta hujan , maka hujanpun turun deras memenuhi talang air (saluran air di atap rumah)”(HR 멜론최신가요 다운로드. Bukhari).

Syi’ir yang dimaksud adalah yang telah dilantunkan oleh Abu Thalib, yaitu yang berbunyi “وَأَبْيَضَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ ثِمَالَ الْيَتَامَى عِصْمَةً لِلأَرَامِلِ ” yang artinya “ Demi anak yang putih (baginda Muhammad SAW), yang menjadi wasilah turunya hujan karenanya * harapan bagi anak-anak yatim dan pelindung para janda (HR Download Samsung Keyboard Chinese. Bukhari)

Syekh Yusri menambahkan pada pengajian sirahnya, bahwa Abu Thalib adalah seorang mu’min tetapi tidak muslim. Mu’min oleh karena hatinya beriman kepada Allah Ta’ala dan Nabi Muhammad sebagaimana dalam syi’ir dan sikapnya, akan tetapi tidak muslim karena tidak bersyahadat dengan lisannya African tv pc. Maka dia adalah termasuk orang yang yang selamat, meskipun masuk neraka terlebih dahulu, yaitu neraka tanqiyah (neraka pembersih dosa), karena tidak melafadzkan kalimat syahadat padahal dirinya mampu untuk melakukannya outlook 머리글 다운로드.

Sebagaimana hadits baginda Nabi SAW “مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ”yang artinya “ Barang siapa yang meninggal dan meyakini bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah maka dirinya akan masuk sorga “ (HR. Muslim).  Ini adalah keyakinan tentang Abu Thalib sang paman Nabi yang akan kita bawa untuk menghadap kehadirat Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.