Adab Dalam Thariqah Siddiqiyah Syadziliyah (Bagian 2)

Karawang, Aktual.com – Dalam kitab Ad-Durar An-Naqiyah karangan Abu Al Fadl Sayid Abdullah Bin Muhammad Siddiq Al Ghumari RA dikemukakan bahwa seorang murid wajib menghormati dan mengagungkan sosok yang ia jadikan sebagai syekhnya 소닉레이더.

Adab seorang murid terhadap Syekhnya: di hadapan syekhnya seorang murid tidak diperkenankan berucap dan bersikap lancang, kehadiran seorang murid di suatu majelis tidak untuk mencari perhatian syekhnya dan apabila hendak keluar dari mejelisnya harus meminta izin terlebih dahulu, tidak boleh menentang arahan syekhnya dan mengambil arahan lain yang ia dapatkan di tempat lain 대당부용원.

Tatakrama ini diberlakukan oleh para ahli tasawwuf sebagai pengamalan atas bimbingan Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang bagaimana caranya agar para sahabat Nabi SAW dapat berinteraksi dengan Nabi SAW dengan sebaik-baiknya 헤라클레스 레전드 비긴즈.

Sedangkan para masyaikh tarekat,tidak diragukan lagi, mereka adalah para pengganti nabi yang memerankan tugas kenabian dalam hal memberikan arahan pelajaran serta bimbingan sebagaimana sabda Nabi SAW :

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi”[HR:Turmudzi, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ahmad] Download Lenovo.

Dengan demikian tatakrama yang dianut kaum sufi pun diterapkan secara turun temurun (warisan dari zaman sahabat Nabi SAW).

Oleh karenanya sebelum masuk toriqoh, seorang murid hendaklah memantapkan diri terlebih dahulu dan memilih sosok syekh yang dianggap sebagai pewaris Nabi, yang menguasai ilmu Al-Qur’an dan Sunnah, memahani hukum-hukum syariah dan mengamalkannya 페덱스.

Karena sesungguhnya arahan dan bimbingan yang benar hanya akan didapat dari seseorang yang berkepribadian sesuai dengan tuntunan hukum syariah 아바 핵.

Bagaimana mungkin seorang yang tidak memiliki kemantapan ilmu dan kesinambungan dalam beramal sholeh (istiqomah) bisa dikatakan layak untuk memberikan pencerahan, karena seseorang tidak mungkin dapat memberikan sesuatu yang hilang darinya 알카트라즈 탈출.

Bersambung…

[Deden Sajidin]

(Andy Abdul Hamid)

aktual.com