Bagaimana Menjadi Seorang yang Muslim, Mukmin, dan Muhsin (1)

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah wa ro’ah pada majelisnya di gunung humaitsarah menjelaskan tentang makna yang terkandung pada hadits Jibril, yaitu tentang islam, iman, ihsan dan fitnah akhir zaman 대당부용원.

Beliau mengatakan, agar kita menjadi orang yang selamat dan sampai kepada Allah Ta’ala, maka hendaknya mengamalkan hadits yang sangat penting ini 헤라클레스 레전드 비긴즈.

Yaitu hadits yang berisikan tentang nasihat baginda Nabi SAW, agar kita menjadi orang yang muslim, mukmin, muhsin serta mengetahui fitnah akhir zaman sehingga kita bisa membentengi diri ini darinya Download Lenovo.

Pada hadits ini, baginda Nabi menjelaskan tentang empat hal penting dalam agama ini, sebagaimana baginda berkata kepada Umar RA pada akhir hadits ini:

“هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ دِينَهُمْ”

Artinya: “Ini adalah Malaikat Jibril AS yang datang untuk mengajarkan perkara agama manusia “(HR 페덱스. Bukhari).

Yang pertama adalah islam, yaitu ibadah yang berhubungan dengan anggota badan kita. Amal dzahir yang dimaksudkan pada islam ini adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Ta’ala dan baginda Muhammad adalah utusanNya, shalat, zakat, puasa bulan ramadhan serta berhaji bagi yang mampu 아바 핵.
Islam mengajarkan kita untuk selalu menjada dzahit anggota badan kita, seperti dalam sabda Nabi SAW mendefinisikan makna seorang muslim yaitu:

“الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ”

Artinya: “Orang islam adalah orang yang mampu menjadikan orang lain selamat dari lesan dan tangannya“(HR 알카트라즈 탈출. Bukhari).

Hendaknya seorang muslim menjadi yang pertama kali dalam memberikan keamanan kepada orang lain dari kejahatan dirinya, karena sesungguhnya Allah tidaklah suka kepada orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ini Download Technet. Allah telah berfirman:

“وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ”

Artinya: “Dan Allah tidaklah suka terhadap orang yang berbuat kerusakan”(QS audio encoder. Al Maidah:64).

Yang kedua adalah iman. Janganlah kita menjadi seperti orang-orangan sawah, dari jauh seperti manusia, ketika didekati bukan manusia, bagaikan jasad tanpa ruh nhk.

Begitupula seorang muslim tanpa iman, maka dia adalah bangkai yang tidak berharga. Pentingnya keimanan ini adalah untuk memperbaiki urusan batin Download registry editor. Yaitu dengan beriman kepada Allah, maka Allah akan selalu menjadi sandarannya.

Sebagaimana kita juga beriman kepada perkara ghaib seperti Malaikat, para Nabi dan Rasul dan apa yang mereka khabarkan kepada kita tentang adanya sorga, neraka, timbangan amal, yaitu yang dinamakan dengan sam’iyat (khabar yang dibawa oleh baginda Nabi dari perkara ghaib).

Sebagaimana dalam firman Allah:

“وَمَا لا تُبْصِرُونَ”

Artinya: “Dan (kami bersumpah) dengan apa yang tidak kalian lihat”(QS. Al Haaqoh:39).

Beriman kepada para Nabi dan Rasul serta mengimani bahwa Allah telah mengangkat derajat diantara mereka, dimana yang paling utama dan mulia adalah baginda Nabi kita Muhammad SAW, semua ini harus ada dalam hati ini. Serta kita juga wajib mengimani kitab-kitab Allah yang telah mereka bawa.

Kita juga harus beriman dengan qodho qodarnya, dengan meridhai yang manis dan pahitnya. Karena sesungguhnya kita meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Dzat yang Maha Mengasihi dan Menyayangi kita, sehingga tidaklah mentakdirkan kecuali yang terbaik, meskipun pahit secara dzahirnya. Wallahu A’lam…

Bersambung…

(Andy Abdul Hamid)