Golongan Umat Islam Yang Teguh Berpegang Pada Kebenaran

Maqam Manusia

Jakarta, zawiyah-arraudhah.com –  Talaqi Kitab Al Arba’un Al Aziziyah , Hadbits ke 3 mengenai Golongan Umat Islam Yang Teguh Berpegang Pada Kebenaran Oleh Al Ustadz Azka Fuady , Jum’at (27/8) di Zawiyah Arraudhah

Tentang Standart Ilmu, Bejana dan Pembaharu

1 포춘 하모니. Dari Murrah Al bahziy ra, bahwa ia telah mendengar rasulullah SAW bersabda : “Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang senantiasa di atas kebenaran, yang terang menentang orang yang memusuhinya 김용임 다운로드. Mereka laksana bejana/mangkuk yang berada di Antara jamuan makanan. Hingga dating hari kiamat dan mereka tetap seperti itu”

2. Hadits ini bukan merupakan hadits lemah yang hanya diriwayatkan oleh Imam Athtabrani, akan tetapi banyak ulama meriwayatkan hadits dengan redaksi yang mirip seperti hadits tersebut

3 book that Liddy purchased. Kelompok yang dimaksud dengan hadits tersebut dinamakan Thoifah

4. Setelah mengumpulkan banyak jalur riwayat, Imam Bukhari menyimpulkan bahwa yang dimaksud Thoifah ini adalah Ahlul Ilmu , para ulama

5 리볼트2 다운로드. Hadits ini diperebutkan oleh semua golongan dalam islam, dan kita tidak dapat menemukan kebenarannya tanpa ilmu, dan ilmu itu ada dalam diri ulama

6 delta force games. Dan Allah tidak akan mengangkat suatu ilmu langsung dari hati para manusia , tetapi lewat wafatnya seorang ulama

7. Ada riwayat yang mengatakan bahwa ilmu yang pertama kali diangkat adalah ilmu faraidh, ilmu mawaris

8 멜로가 체질 다운로드. Dan ada riwayat lain yang mengatakan bahwa ilmu yang pertama kali diangkat adalah ilmu yang bermanfaat, apakah ilmu yang bermanfaat itu ? dialah ilmu yang masuk kedalam hati dan kemudian melahirkan amal perbuatan

9 Java Runtime. Sebab hari ini terdapat segolongan orang yang membaca Al Qur’an, tapi hanya membaca sebatas tenggorokannya saja, tidak masuk kedalam hati.

10 c# 디컴파일러 다운로드. Jadi, siapakah sebenarnya Thoifah yang dimaksud dalam hadits tersebut ? siapa sebenarnya kelompok yang berpegang teguh kepada kebenaran dan melawan musuh kebenaran 활기찬 배경음악?

11. Ada yang mengatakan mereka adalah ahli hadits , yang lainnya mengatakan ahli tafsir, lalu berbeda lagi untuk riwayat yang lain , bahkan ada pula yang mengatakan mereka adalah pemimipin

12 Download Edius 8. Rasulullah pernah bersabda bahwasannya disetiap 100 tahun terdapat sang pembaharu atau mujadid , dimana semua ulama sepakat, bahwa mujadid yang pertama kali adalah Umar Bin Abdul Aziz , lalu yang kedua adalah Imam Syafi’i, tapi Imam Syafi’i hidup satu zaman dengan Imam Ahmad dan lainnya, lantas bagaimana ?

13. Akhirnya Imam Nawawi sebagaimana dikutip oleh Al Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Barri, bahwa tidak bisa dikatakan Mujadid dalam konteks Thoifah ini hanya satu orang saja dalam satu abad. Bisa jadi, dalam satu bidang ilmu, ada satu orang yang menjadi pembaharu, dan ada juga pembaharu lain di bidang lainnya , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat satu pembaharu sesuai dengan bidangnya masing – masing yang hidup bersama – sama dalam satu masa dan di satu tempat atau tempat lainnya, dan setiap mereka adalah pembaharu dalam agama

14. Sehingga ketika kita memiliki ilmu, kita tidak akan sembarangan mengatakan ini benar dan ini salah.

15. Selanjutnya, yang ditekankan dalam hadits akhir zaman ke tiga diatas adalah tentang kelompok thoifah tersebut seperti mangkuk bejana yang diletakan ditengah – tengah hidangan

16. Kita tidak mungkin mengambil makanannya langsung tanpa mangkuk, pastinya mangkuk tersebut harus diambil untuk mengambil makanan , itupun tidak semua diambil

17. Maka posisi kelompok thoifah inilah yang diibaratkan seperti mangkuk, mereka dimanfaatkan diperebutkan , tapi mungkin bisa sembari dihina dan dicela.

18. Jadi, mudah saja mencari siapa kelompok thoifah itu, yaitu mereka yang dihina dan dicaci

19. Lantas bagaimana dengan kondisi sekarang yang bahkan bisa dikatakan tidak ada satupun kelompok yang tidak mencaci kelompok lainnya ?

20. Maka standartnya adalah ilmu, jika kita tidak memiliki ilmu, lebih baik diam, sebagaimana dalam setiap kelompok pasti terdapat ulama, penuntut ilmu dan para pentaklid tanpa ilmu, janganlah kita menjadi seorang pentaklid yang mudah menyalahkan dan mencerai berai ukhuwah Islamiyah.
[Tsurayya Zahra]