Ini Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres

KALIBENING – Usai Pengajian Akbar dan Istighatsah Kubra, Mudir Aam JATMAN menyampaikan sikap JATMAN menghadapi Pileg dan Pilpres yang akan berlangsung 17 April mendatang di kediaman pimpinan GP Ansor Kalibening, Suswanto hari minggu kemarin (17/2) Download the Korean spelling.

Diawali dengan pernyataan bahwa kebangkitan Islam tidak akan bangkit kecuali tarekat dimunculkan. Karena ketiga rukun Agama; Iman, Islam dan Ihsan itu satu kesatuan 마인크래프트 공짜 다운로드.

“Pengamal tarekat jangan terlalu banyak baca medsos, harus banyak zikir dan doa. Kenapa? Karena yang baca medsos sudah terlalu banyak,” ucap Mudir Aam Download Nipaljaya.

Mudir Aam Download the Linux operating system. (Foto: Alim)

Menurut Wakil Talqin Abah Anom, ulama tarekat sudah melihat bahwa menjelang Pilpres dan Pileg ini iblis dan setan betul betul bergentayangan 삼국지 6 pk. Menyebarkan dusta, benci dan permusuhan.

Dengan membaca medsos, masyarakat tidak tahu mana yang benar dan salah, maka pasti terbakar emosinya. “Kalau tidak ada yang doa dan zikir, siapa yang akan memadamkan api,” kata Kiai Wahfi Download the training video.

Sesuai instruksi Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bahwa, “JATMAN nyatakan netral, pilihan diserahkan nurani masing-masing,” tegas Mudir Aam.

Kiai Wahfi mengajak untuk belajar dari pengalaman, “politik itu bisa berubah seketika, nanti kita kecewa blue water. Pengalaman yang sudah kan begitu,” pungkas beliau.

Jadi zikir dan jangan lupa siapapun yang jadi presiden sudah ada di lauhul mahfudz Download TeamViewer 14 Crack. Percaya takdir. Ikhtiar harus, silahkan kampanye dan lakukan pendekatan tapi jangan sampai dengan itu semua mengobarkan dusta, benci dan permusuhan.

Mudir Aam dikawal Banser menuju panggung Delphi. (Foto: Alim)

“Jangan sampai Pilpresnya selesai, tapi pecah,” ujar Mudir Aam.

Mudir Aam juga mengajak kepada seluruh Kader NU untuk merangkul semua golongan terutama yang muda, sebab yang muda itu masih dalam proses pencarian 몬스터 대학교 다운로드. Jadi perlu dibina dan diarahkan. Jangan bersikap keras kepada mereka yang bukan NU.

Beliau kembali mengingatkan bahwa, “JATMAN netral, semua aset bangsa perlu diasuh dan dirangkul,” terang Wakil Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

“Tidak boleh melibatkan emosi, begitu ghadab (marah) yang datang setan. Jangan menyebarkan dusta, kebencian dan fitnah, minta yang terbaik pada Allah SWT,” tutup beliau. (eep)