Pasca Pertemuan Fenomenal antara Habib Luthfi dan Syaikh Abdul Somad

JAKARTA – “Tak Melayu kalau bukan Islam”, itu ungkapan yang sering kita dengar di kalangan masyarakat Melayu. Artinya, Agama Islam dan Budaya Melayu sudah menjadi satu, bagai dua sisi dari keping mata uang logam Download the seven-part theatrical version.

Masyarakat Betawi, yang komponen utama budayanya adalah budaya Melayu, juga memiliki pemahaman yang sama. Bahkan, orang dari etnis Cina yang sering kali tidak disukai oleh masyarakat Betawi, apabila sudah masuk Islam juga tidak dianggap Cina lagi, sudah dianggap sebagai Melayu Download Lisang mp3. Tak ada lagi rintangan kultural.

Ust. Abdul Somad adalah tokoh muballigh Melayu. Ilmu, akhlak, dan kharismanya sangat luas. Jumat (8/2) lalu beliau datang menjumpai Habib Luthfi bin Yahya yang Rais Aam JATMAN Donkykong Country. Beliau mengkonsultasikan sanad Tarekat Sathariyah yang beliau terima dari ayahanda beliau. Bahkan beliau mendapatkan talqin-baiat tarekat lagi dari Habib Luthfi untuk memperkokoh kembali ketarekatan yang sudah beliau jalani selama ini Bombing.

Juga Habib Luthfi menganjurkan kepada yang hadir agar memanggil beliau dengan sebutan Syaikh Abdul Somad 탭소닉 크랙. Boleh juga kita populerkan dengan singkatan SyAS, untuk membedakan dengan singkatan nama KH. Said Agil Siraj (SAS).

Di Indonesia, tarekat adalah perekat utama dua budaya besar, yang dalam buku-buku antropologi sering disebut budaya M-J, budaya Melayu dan budaya Jawa Cat. Bahasa Melayu yang penuh petuah-petuah sufistik menjadi Bahasa Indonesia. Adat istiadat Jawa yang diislamkan oleh Wali Songo juga sangat kental pengaruhnya dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia 성흔의 퀘이사. Pertemuan Syaikh Abdul Somad dengan Habib Luthfi memang fenomenal.

Islam-Iman-Ihsan adalah tiga doktrin (ajaran dasar) dari agama yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW Download sql server 2008. Dari implementasi doktrin Ihsan maka kelak berkembang ajaran-ajaran tashawuf dan kelompok-kelompok pengamalannya yang disebut thariqah Dolby Digital Plus. Maka Syariah-Aqidah-Thariqah adalah satu kesatuan dari tuntutan hidup yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Semua itu tentu akan menambah kesadaran dan motivasi umat Islam Indonesia untuk bertarekat, dan bekerja lebih keras lagi dalam mengembangkan dan mendakwahkan tarekat Can Music. Bagi komunitas tarekat saat ini, tantangan terbesar ke dunia luar adalah, bagaimana caranya agar tarekat betul-betul “terbukti berperan nyata bagi pembentukan karakter”.

Teknologi apa yang harus dikembangkan untuk akselerasi tarekat sebagai pembentuk karakter. Teknologi tidak selalu bermakna alat atau mesin, tapi lebih bermakna cara atau metode. Akselerasi (percepatan) diperlukan karena perubahan-perubahan di dunia ini memang semakin cepat.

Perubahan besar dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, perubahan Iklim dan teknologi disruptif.

Ketiga hal itu membuat orang harus mengubah cara pandang dan prinsip-prinsip (paradigma) kehidupan. Tarekat pun tak terlepas dari hal yang demikian.

Tarekat bukan menjebak orang pada kesibukan ritual prosedural berupa dzikir-dzikir saja. Tarekat bukan escapism (pelarian) yang menjadi alasan bagi orang untuk menjauhi peran dan tanggung jawab sosio-kultural. Tarekat bukan bentuk egoisme spiritual yang hanya mengedepankan kesalehan individual hamba dengan Tuhannya, tapi tidak ada kontribusi sosial dan peradaban bagi masyakat sekelilingnya.

Dalam sejarah peradaban Islam masa lalu, sejak penyeberannya dari tanah Hijaz ke seluruh dunia, bahkan dakwah Islam di negara-negara Barat saat ini, para ulama, dai, dan muballigh utama yang terlibat di dalamnya adalah juga orang-orang yang mengamalkan tarekat (dan tentu saja bersyariat dan beraqidah).

Semoga dengan pertemuan Syaikh Abdul Somad dan bergabungnya beliau dalam barisan JATMAN, akan memperkokoh arus dan gelombang perubahan peradaban Islam Indonesia menuju peradaban yang lebih spiritualistik. Selamat bekerja kepada para JATMANers.

Oleh: KH. Wahfiudin Sakam (Mudir Aam JATMAN)