Syekh Yusri : Hukum Memakan Daging Biawak

Jakarta, Zawiyah-arraudhah.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah menjelaskan dalam pengajian kitab shahih Bukharinya, bahwa diantara sunnah baginda Nabi SAW adalah tidak memakan sesuatu, kecuali baginda tahu apa isi dari kandungan makanan tersebut I would like to know that the opening. Begitu pula dengan umatnya, sebagai bentuk kehati-hatian dari perkara yang haram, maka sebaiknya memperhatikan benar-benar terhadap makanan yang akan dipesannya ketika masuk ke sebuah restoran misalkan 세월호x.

Sehingga tidak ada sesuatu makanan yang haram masuk dalam perutnya, seperti makanan yang ada campuran minyak babi, lemak babi atau daging hewan haram lainnya Download the movie Tully. Apa lagi kita di zaman yang dipenuhi dengan penipuan dimana-mana, maka kita harus lebih berhati-hati, tegas syekh Yusri.

Imam Bukhari RA telah meriwayatkan, bahwa ketika itu Khalid bin Walid RA bersama rasulullah SAW datang ke rumah sayidah Maimunah RA istri baginda yang merupakan bibinya, kemudian merekapun disuguhi daging biawak bakar yang dibawa oleh Hufaidah bintu Alharits Ra, saudari Maimunah RA yang baru datang dari Najd 애플뮤직 음악.

Baginda nabi SAW mengira bahwa daging itu adalah daging yang biasa baginda makan, karena memang sudah dipotong-potong, sehingga baginda langsung berniat untuk mengambilnya 닷넷프레임워크 3.5 다운로드. Lalu sayidah Maimunah RA pun memberitahukan kepada baginda, bahwa ini adalah daging biawak.

Merupakan kebiasaan baginda, sangat jarang sekali baginda Nabi SAW mengambil makanan kecuali setelah diberi tahu terlebih dahulu apa nama dan kandungan dari makanan tersebut, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas RA Rhubarb.

Ketika baginda tahu bahwa itu adalah daging biawak, bagindapun langsung mengangkat tangannya. Lantas Khalid RA bertanya kepada baginda: ” apakah daging biawak ini haram hukumnya wahai Rasulallah”, dan baginda menjawab: ” لاَ وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِى فَأَجِدُنِى أَعَافُهُ” yang artinya: ” tidak, akan tetapi biawak ini tidak ada di daerahku, sehingga aku tidak menyukainya”(HR 모비즌 앱 다운로드. Bukhari).

Syekh Yusri mengomentari, bahwa tidak sukanya baginda terhadap biawak adalah atas dasar tabiat beliau, bukan syariat, sehingga hukumnya tidaklah haram, sebagaimana baginda membiarkan Khalid bin Walid melahapnya 워크래프트3 m16. Hal ini menunjukkan bahwa ketika baginda hendak melakukan sesuatu, kemudian meninggalkannya, maka hal ini tidak menunjukkan keharaman atau dilarangnya sesuatu tersebut Download Vlog music. Ketika baginda Nabi SAW meninggalkan sesuatu, maka hal ini menunjukkan bahwa sesuatu tersebut boleh untuk ditinggalkan. Wallahu A’lam.