Syekh Yusri : Hukum Sesuatu yang Baginda Nabi Tidak Lakukan

Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017).

Zawiyah-Arraudhah – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah menjelaskan dalam pengajian kitab shahih Bukharinya, bahwa suatu perkara yang telah baginda Nabi SAW tinggalkan, bukan berarti perkara tersebut adalah sesuatu yang haram dan dilarang 버스커 버스커 mp3 다운로드. Akan tetapi, perlu kita ketahui sebab-sebabnya, mengapa baginda meninggalkanya. Salah satu sebab tersebut adalah karena belum atau tidak diperlukan dan dibutuhkan saat itu, seperti pengumpulan AlQur’an pada masa hayat baginda 더블유.

Seperti halnya juga membangun sekolahan ataupun rumah sakit, yang mana hal ini adalah merupakan sebuah nilai ibadah dan ketaatan kepada Allah. Akan tetapi baginda Nabi SAW tidak melakukannya, dan hal ini disebabkan oleh belum dirasanya perlu untuk dilakukan cppcheck 다운로드.

Hingga akhirnya datang masa Khalifah Abu Bakar RA, kemudian merasakan betapa pentingnya untuk mengumpulkan Al Quran dari para sahabat, oleh sebab terjadinya banyaknya sahabat penghafal Al Qur’an yang gugur pada saat terjadi perang Yamamah, yaitu perang melawan Musailamah Al Kaddzab dan para pengikutnya dikala itu 무신 드라마.

Sahabat Umar RA khawatir akan hilangnya AlQuran seiring meniggalnya para sahabat di medan perang, yang ketika itu berjumlah 500 sahabat. Apabila perang ini terus berlanjut, maka tidak akan ada lagi orang-orang yang mengajarkannya kepada generasi selanjutnya Download IRS HomeTax.

Diantara para sahabah, ada yang telah melakukan sesuatu yang tidak baginda Nabi SAW lakukan, seperti sahabat Bilal RA yang melaksanakan shalat sunnah setiap kali berwudhu, yang kemudian dikenal dengan shalat sunnat al wudhu 둥지짓는 드래곤 한글.

Contoh lain adalah sahabat Khubaib RA, yang melakukan shalat dua rakaat sebelum dirinya di eksekusi oleh keluarga Banu Haritsah, yang kemudian dikenal dengan shalat sunnat syahadah Download the PowerPoint theme. Sebagaimana imam Bukhari meriwayatkan, bahwa Khubaib RA berkata kepada mereka:

دَعُونِى أُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ فَتَرَكُوهُ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ وَاللَّهِ لَوْلاَ أَنْ تَحْسِبُوا أَنَّ مَا بِى جَزَعٌ لَزِدْتُ

Yang artinya: ” berikan saya kesempatan untuk shalat dua rakaat, kemudian dirinya berkata: Demi Allah, kalau seandainya saja kalian tidak akan pernah mengira bahwa saya merasa takut (karena akan dieksekusi), maka saya akan menambahnya lagi”.(HR chrome images. Bukhari).

Mereka berdua telah melakukan sesuatu yang tidak baginda lakukan ataupun perintahkan, akan tetapi perkara shalat ini adalah sudah ada dasarnya di dalam agama, dengan syarat dan cara yang telah diajarkan oleh baginda Nabi SAW 일본 음양사. Maka kedua shalat ini adalah termasuk dalam katagori sabda baginda:

مَنْ سَنَّ سُنَّةَ خَيْرٍ فَاتُّبِعَ عَلَيْهَا فَلَهُ أَجْرُهُ وَمِثْلُ أُجُورِ مَنِ اتَّبَعَهُ غَيْرَ مَنْقُوصٍ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Yang artinya: ” Barang siapa yang melakukan (mengawali) perkara kebaikan, kemudian diikuti (oleh orang lain), maka dirinya akan mendapatkan pahalanya, serta pahalanya orang-orang yang telah mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dari pahala-pahala mereka”.(HR Download elegant lies. Turmudzi).

Syekh Yusri menambahkan, bahwa ketika baginda Nabi SAW meninggalkan sesuatu, hal ini menunjukkan bahwa sesuatu tersebut boleh ditinggalkan, tidak menunjukkan sebuah larangan, apalagi keharaman hal tersebut.

Laporan Ustad Antoni