Syekh Yusri: Ilmu Tashawuf Mengajarkan Kita Untuk Mewujudkan Makna Maqam Ihsan

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ro’ah pada pengajiannya menjelaskan tentang maksud dari ilmu tasawwuf adalah sampai kepada maqam ihsan Caesar4.

Tidaklah setiap orang melakukan pekerjaan kemudian ia menyempurnakannya. Begitu pula dengan seorang yang beribadah, maka tidak semua mengerjakannya dengan sempurna sesuai dengan yang dipinta oleh Allah Ta’ala Java8.

Ilmu tashawwuf ini mengajarkan kita untuk mewujudkan makna dari maqam ihsan, sehingga kita menjadi orang yang ahli ihsan. Makna ini lebih penting dari pada membahas asal kata tashawwuf itu sendiri, karena terkadang lafadz itu membuat kegaduhan dari banyaknya pendapat 게임 해커 다운로드.

Allah Ta’ala telah berfirman tentang makna ihsan ini, yaitu pada ayat:

“الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا”

Artinya: “Allah Dzat yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapakah diantara kalian yang paling baik amalnya “(QS ableton live 9. Al Mulk:2).

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa yang akan menjadi pertimbangan adalah kesempurnaan atau kwalitas dari amal kita, bukan kwantitasnya Super one click. Pada ayat lain Allah berfirman:

“إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ”

Artinya: “Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan)”(QS Download The Egyptian Prince. Al Baqarah:195).

Allah mencintai orang yang ihsan dalam amalnya, sehingga maqam ihsan ini adalah maqam yang diridhaiNya. Sebagaimana orang yang bermaqamkan ihsan juga akan mendapatkan rahmatNya, sebagaimana disebutkan dalam Al qur’an:

“إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ”

Artinya: “Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat dengan orang-orang yang berbuat ihsan “(QS Postgresql odbc. Al A’raf:56).

Syekh Yusri mengatakan bahwa maqam ihsan adalah menyempurnakan amal perbuatan, dan mempersembahkannya hanya kepada Allah Ta’ala 큐베이스. Tidak bermaksudkan dunia yang ia bisa dapatkan, atau perempuan yang akan ia nikahi sebagaimana dalam hadits baginda Nabi SAW. Yaitu dengan ikhlas dalam beramal dan tidak menyekutukannya dengan selain Allah Ta’ala:

“وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا”

Artinya: “Dan tidaklah ia menyekutukan Allah dalam beribadah kepada Tuhannya dengan sesuatu apapun“(QS Download financial statements. Al Kahfi:110).

Bukan pula karena sorga dan neraka, meskipun dia berharap untuk mendapatkan pahala dan diselamatkan dari neraka, karena dia adalah seorang hamba yang lemah, akan tetapi tidaklah hal ini sebagai faktor utama dalam ibadahnya 단어장.

Yang menjadi tujuan utama dalam ibadahnya adalah cinta kepada Allah Ta’ala, karena Allah cinta kepada orang yang ahli ihsan.

Maqam ihsan adalah derajat yang sangat mulia, yang tidak bisa dicapai kecuali dengan riyadhah nafsu dan mentarbiahnya hingga semalat dari perkara yang menghalangi dirinya dari tujuan ini.

Yaitu, menjadikan Allah sebagai tujuan kita, sesuai dengan sifat Allah dalam surat Al Ikhlas yaitu As Somadiyyah yang artinya Allah adalah yang Maha dituju pada setiap sesuatu. Wallahu A’lam.

Laporan: Abdullah Alyusriy

(Andy Abdul Hamid)