Syekh Yusri: Perbanyak Dzikir KepadaNya, Agar Kita Terhindar dari Tipu Daya Syaitan

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah menjelaskan pintu yang kedua ini adalah pintu kelalaian, yang harus ditutup dengan berdzikir. Allah telah berfirman:

“إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ“

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa ketika mereka digoda oleh syaitan untuk melakukan sebuah kemaksiatan maka mereka akan ingat ( berdzikir kepada Allah), maka mereka tahu (akan tipu daya syaitan itu)” (QS Download Grasshopper. Al A’raf : 201).

Sehingga jelas sekali, agar kita terhindar selamat dari tipu daya syaitan maka kita diperintahkan melindungi diri dengan berdzikir kepadaNya Download the mid-death of The Old Blood.

Pada lain waktu Syekh Yusri menambahkan bahwasanya bagaimana agar kita selalu berdzikir kepadaNya, adalah dengan memilih shuhbah (pertemanan yang baik) Download Mingle Mangle. Karena الصاحب ساحب yang artinya teman itu pasti mempengaruhi (untuk melakukan apa yang dia lakukan), sehingga ketika kita berteman dengan golongan orang yang ahli dzikir, maka kita akan terbawa olehnya 바바예투 다운로드.

Begitu pula sebaliknya, sehingga Allah berfirman:

“وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ “

Artinya: “Dan bersamalah kalian dengan orang-orang yang bersungguh-sungguh (dalam menuju wushul kepadaKu)”(At Taubah : 119 ) Download Isaac Afterbus Mode.

Dzikir adalah merupakan lafadz yang sangat luas maknanya, tidak hanya diartikan duduk menghadap kiblat dengan memegang tasbih. Dzikir adalah artinya mengingat kepada Allah Ta’ala, ketika kita melakukan sebuah ketaatan maka kita dikatakan sedang berdzikir 픽픽 스크롤 캡쳐.

Ada orang yang menganggap bahwasanya solawat itu adalah tidak termasuk dzikir. Tentu ini adalah pendapat yang tidak tepat, bagaimana tidak dikatakan berdzikir, kita memintakan sholawat serta salam kepada Allah Ta’ala untuk baginda kita Muhammad SAW, sudah barang tentu kita mengingat kepada Dzat yang kita pinta 자비스.

Syekh Yusri mengatakan bahkan bersholawat atas Nabi SAW memiliki dua faidah sekaligus, yaitu berdzikir dan bersholawat itu sendiri.

Adapun pintu syaitan yang ketiga adalah hawa nafsu fedora iso 다운로드. Hawa nafsu pada seorang salik (orang yang menuju wushul kepada Allah ) adalah harus dijaga agar tidak keluar dari aturan Allah Ta’ala. Hawa nafsu terhadap wanita, maka tujukanlah kepada isrti yang telah Allah halalkan bagimu 마운틴 라이언 다운로드. Hawa nafsu untuk memiliki harta yang banyak, maka kumpulkanlah dari hasil yang halal. Hawa nafsu untuk marah, maka tahanlah, karena nabi bersabda:

“إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ “

Artinya: “Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika ia marah “(HR.Muslim) Download financial statements.

Ketika memiliki nafsu untuk menjadi orang terkenal ataupun memiliki jabatan, maka ingatlah sabda Nabi SAW:

“إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ “

Artinya: “Sesungguhnya kalian akan berambisi untuk menjadi seorang pemimpin, diamana kepemimpinan itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat nanti”(HR. Bukahri).

Sehingga untuk menutup pintu syaitan yang ketiga ini yaitu dengan cara memeranginya dan dan memberikanya sesuai dengan yang diperbolehkan oleh Allah Ta’ala. Yaitu dengan mengingat kepada petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Telah diriwayatkan bahwasanya sayiduna Ali Zainal Abidin bin Husain RA ketika seorang hambanya dengan tidak sengaja menjatuhkan kendi tatkala menuangkan air kepadanya untuk berwudhu, sehingga mengenai kepalanya dan terluka.

Lantas beliau melihat ke arahnya , lalu spontan hamba itu berkata “وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ “ yang artinya “ Da mereka yang menahan amarahnya “ (QS. Aal Imran:132). Kemudian sayiduna Ali mengatakan “ya aku telah menahan kemarahanku”.

Lalu hambanya pun berkata lagi “وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ “ yang artinya “ dan orang-orang yang mengampuni manusia “(QS. Aal Imran:132), lalu syiduna ali RA pun berkata “ ya aku telah maafkan kamu “. Lantas hamba itu mengucap lagi “وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ” yang artinya “ dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik “(QS. Aal Imran:132), kemudian beliaupun menjawab “ pergilah kamu, aku telah memerdekakanmu “. Beginilah akhlak dari cicit Nabi Muhammad SAW yang merupakan didikan dari sang kakek pemilik akhlak mulia ini. Allah A’lam

Laporan: Abdullah Alyusriy

(Andy Abdul Hamid)

aktual.com