ULAMA ASAL MESIR DAN MALAYSIA JADI PEMBICARA DI KOMISI D

Indonesia World Sufi Forum

PEKALONGAN – Sidang Komisi D sesi pertama dalam gelaran World Sufi Forum yang bertempat di Gedung Pertemuan Umum Pendopo Kajen Pekalongan, hadir dua ulama dari Luar Negeri menjadi narasumber 서울대학교 교가. Syaikh Samman Hasanain Assamman asal Mesir dan Syaikh Dr. H Jahid bin H. Siddiq Al Khalidi asal Malaysia, Senin (8/4).

Dalam pertemuan itu dibahas Peran Tasawuf dalam Penanggulangan Radikalisme directx 11 다운로드. Syaikh Samman menjelaskan penyebab dan akar radikalisme. “Munculnya radikalisme disebabkan oleh ketidakmampuan memahami Al Quran dan Hadis dengan baik,” ucapnya Download the text recovery converter.

Kedua, mendahulukan pemahaman sendiri dan mengabaikan pemahaman para ulama yang sebenarnya. Ketiga, belajar bukan kepada ahlinya. Keempat, kondisi ekonomi 용형호제. Kelima akibat pergaulan yang tidak baik dan keenam adanya fanatisme yang berlebihan.

Syaikh Samman melanjutkan, bahwa untuk menanggulanginya maka perlu menghadapinya dengan pemikiran yang shahih dan cara berfikir yang tepat serta berdakwah dengan bijak (hikmah) 사업계획서 ppt. Ada beberapa poin yang dicatat dari kedua narasumber oleh Dahrul Muftadin selaku notulen pada malam itu.

Pertama: Menjaga amaliyah tarekat agar sesuai dengan Al Quran dan Hadis 가시고기 다운로드.

Kedua: Para sufiyyin (mursyid/muqaddam/murid) memberikan pemikiran-pemikiran untuk menghilangkan radikalisme dan ekstrimisme melalui tazkiyatunnafs melalui bimbingan mursyid yang akan memunculkan akhlak yang baik 마이 피플 pc 버전 다운로드.

Ketiga: Tidak mempertentangkan antara cinta agama dan cinta tanah air. Keduanya satu kesatuan, mencintai negara bagian tidak terpisahkan dari agama h.264. Mencintai negara adalah meneladani Nabi Muhammad. Negara adalah tempat menumbuhkan iman dan taqwa. (eep)