Wawancara Bersama KH. Wahfiudin Sakam (Mudir Am JATMAN): Komunis Gagal Hancurkan Tarekat (Bag. 3)

Wawancara oleh Didik Suyuthi dari majalah Nahdlatul Ulama Aula yang terbit untuk edisi Februari 2019, berikut ini petikannya.

Pelajaran apa yang menurut kiai bisa dipetik dari komunitas-komunitas tarekat di negeri komunis?

Ada banyak. Suatu waktu saya juga sempat menghadiri Konferensi Tasawuf Internasional. Itu ada utusan dari eks Negara Soviet. Kan ketika bubar, Uni Soviet itu pecah menjadi 15 Negara WindowsServer 2003 iso. 6 diantaranya memerdekakan diri menjadi negara-negara Islam karena mayoritas penduduknya muslim. Dan tersisa 9. Sembilan itu segera merapatkan diri lagi membangun kekuatan, jadilah Federasi Rusia saat ini.

Dan di Rusia itu ada sekitar 23 provinsi. Satu provinsi ada yang penduduk muslimnya mayoritas, yaitu Chechnya. Chechnya inilah yang sedang ingin memerdekakan diri 신비 아파트 전편. Karena itu dalam Konferensi di Washington DC ikut juga Presiden Chechnya. Waktu itu Doktor Aslan Aliyevich Maskhadov.

Saya bersama pak Mubarok dan pak Arief Rahman satu kesempatan bisa dialog dengan Dr. Aslan Maskhadov. Ketika ditanya bagaimana selama 70 tahun di dalam cengkraman komunis itu tapi Islam tidak mati. Begitu merdeka tumbuh bangkit lagi.

Doktor Aslan Mashkanov bercerita; di zaman komunis dulu, dia pagi-pagi dibangunkan oleh kakek atau ayahnya untuk shalat subuh bersama-sama Download Twilight New Moon. Setelah itu para orang tua pergi bekerja; apakah bertani, berladang, atau di pabrik atau apapun. Dan nanti malam baru mereka melakukan shalat yang sekaligus, dzuhur, ashar, maghrib, isya, sekaligus.

Karena di siang hari orang tidak boleh melaksanakan ibadah agama. Apalagi di lingkungan kerja atau di lingkungan publik. 70 tahun mereka mengqadha’ dan menjama’; shalat dzuhur, ashar, maghrib dan isya’ Linux Hangul file.

Lalu malam-malam libur para orang tua mengajak anak-anaknya masuk ke hutan naik ke lereng-lereng gunung bawa senapan dan tenda, sehingga dikesankan berburu. Tapi sambil memasang jerat untuk hewan liar, di dalam tenda mereka melakukan amaliah tarekat naqsyabandiyah.

“Jadi kami dengar mereka berdzikir,” cerita Doktor Maskhadov 리눅스 김프 다운로드. Sebagian anak-anak sampai akhirnya ngantuk dan jatuh tertidur. Tengah malam terbangun dengar lagi mereka para orang tuanya masih dzikir. Jadi dzikir-dzikir itulah yang ditancapkan ke dalam qalbu ke dalam hati nurani anak-anak. Sehingga setelah 70 tahun di bawah komunisme yang ateistik, mereka bebas menjalankan agama. Tapi saat itu madrasah sudah hancur, tidak ada bekasnya. Kitab-kitab sudah hilang Download New Vegas. Ulama-ulama sudah banyak yang wafat.

Jadi apa yang tersisa dari keislaman mereka setelah tiga generasi dihantam komunisme? Yang tersisa adalah dzikir di dalam qalbu. Laa ilaaha illallah, Laa ilaaha illallah. Dan dzikir Allah, Allah, hanya itu yang tersisa.

Subhanallah. Jadi tarekat yang membuat Islam mampu bertahan meski 70 tahun dalam kekangan rezim komunisme 반디캠 정품 다운로드. Begitu kiai?

Bagaimana ketika ulama tidak ada. Masjid madrasah pun tidak ada. Kitab-kitab pun hilang. Qur’an pun hilang. Dihilangkan. Yang tersisa hanya dzikir-dzikir thariqah di dalam dada. Itu yang kemudian setelah mendapatkan kembali kebebasan, mereka tumbuh lagi iman. Lalu mereka mencari lagi di negeri-negeri muslim sekitarnya ulama-ulama yang bisa memberikan mereka pelajaran Download Villiers Season 1. Ini hal yang menarik.

Banyak sekali spirit dan pelajaran dari gerakan tarekat di Chechnya. Saya ingin ke isu lain. Bagaimana kiai melihat isu kekerasan di Uyghur?

Memang berbeda antara China Selatan yang mayoritas masyarakatnya pedagang dan China Utara yang lebih banyak yang menjadi ilmuwan. Filsuf, dokter, itu banyak dari China Utara termasuk Beijing Download Headover Hills. Di sana normal-normal saja tidak ada masalah. Di sana juga ada Universitas Islam semacam UIN di Jakarta. Di Guangzhou yang aktif dunia bisnis tidak ada masalah.

Uyghur secara geografis dan etnis bukan China asli. Wilayahnya berbatasan dengan Turkmenistan. Dan secara politis wilayah banyak yang banyak didominasi oleh Uyghur adalah Xinjiang, sebuah wilayah yang banyak dianeksasi ketika era Mao Zedong 마음이 말하는 행복 다운로드.

Kira-kira miriplah dengan yang pernah kita hadapi di Timor Timur itu. Di sana secara historis adalah bekas jajahan Portugis. Ada kelompok-kelompok yang tidak bisa menerima berada di bawah kedaulatan Indonesia, akhirnya merdeka.

Di kawasan Xinjiang mulai muncul perlawanan sejak tahun 1979 ketika masih dipimpin Xi Jinping. Ketika itu China kan menerapkan pasar bebas meskipun politiknya masih komunis. Maka seiring keterbukaan ini mulai muncullah perlawanan. Lalu muncul represi dan kekerasan.

Kita bukan ingin membenarkan kekerasan itu. Tetapi kekerasan itu bisa terjadi, ketika bagaimana itu terekspos. Saat ini dalam dunia global dua negara besar yang sedang bersaing Amerika dan China. Saya melihat ada kepentingan yang kuat dari Amerika dan sekutunya untuk mengekspos kekerasan dan kekejaman-kekejaman yang terjadi.

Sumber: Majalah Aula