Wawancara Bersama KH. Wahfiudin Sakam (Mudir Am JATMAN): Masa Penjajahan, Tarekat Dikucilkan (Bag. 4)

Wawancara oleh Didik Suyuthi dari majalah Nahdlatul Ulama Aula yang terbit untuk edisi Februari 2019, berikut ini petikannya.

Selain Chechnya, perkembangan tarekat di kawasan negara mana lagi yang menurut kiai menarik?

Hal yang menarik yang lain, terakhir ini kita tahu di Filipina ada konflik antara sebelah selatan yang mayoritas muslim dengan pemerintah yang berada di wilayah utara yang berbasis katolik 스피릿 루니아. Konfliknya sudah berlangsung sekian lama. Tapi kan sudah dibantu oleh Indonesia untuk menjalani perdamaian.

Nah, di Filipina selatan sebelah barat yang disebut Sambuaga muncul sebuah kesadaran baru; Haruskah kita terus berperang mencoba memerdekakan diri?. Kalau kita terus berperang memerdekakan diri, kapan kita berdakwah kapan kita mendidik anak-anak kita?

Nah. Sekarang mumpung ada perdamaian, kenapa dengan perdamaian ini tidak kita kembangkan pendidikan dan ekonomi Download JetRacer? Sambil kita berdakwah ke masyarakat luas. Toh masyarakat Filipina juga memerlukan penjelasan tentang Islam. Nah salah satu yang mereka perlukan bagaimana komunitas muslim di sebelah selatan itu, dengan sisa-sisa masa perang yang cenderung menimbulkan psikologi yang keras, diperlukan pembinaan psikologi yang sifatnya santun, nah, itu tarekat.

Maka mereka mengundang kami untuk terlibat dalam membangun kembali gerakan pendidikan dakwah dan ekonomi di kalangan masyarakat Filipina selatan khususnya Sambuaga dengan basis keislaman yang santun, moderat, dan toleran, bahasa lain daripada ketarekatan Download mac chrome videos.

Tentu saja kita tidak mau masuk ke wilayah politiknya. Tapi kita betul-betul wilayah pendidikan dakwah dan ekonomi saja, itu.

Di era sekarang ini kan tarekat dikesankan cenderung pasif terhadap isu-isu politik. Pendapat kiai?

Nah, kalau ditanyakan bagaimana kaitan antara tarekat dengan politik?. Di masa lalu memang betul ketika seluruh dunia Islam sedang dijajah dari wilayah Afrika paling utara sebelah barat, dari Maroko, Tunisia, Aljazair, Libya, Sudan, Somalia, Mesir, sampai ke kawasan teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Qatar, Quwait, Pakistan kemudian ke Asia Barat Daya seperti Iraq, Iran, Afghanistan, dan ke Asia Tenggara www.nicovideo.jp 다운로드. Pokoknya dari negeri Maroko sampai Merauke ketika dunia Islam selalu dijajah, kan selalu muncul perlawanan terhadap para penjajah.

Semua tokoh perlawanan itu dipimpin oleh ulama-ulama yang integral. Ulama mengamalkan tarekat tidak terpencar, tidak terpisah, seakan-akan tarekat itu di luar Islam. Para faqih itu mereka juga seorang yang sangat mendalami ilmu kalam appzzang 다운로드.

Kembali, karena banyak melakukan perlawanan terhadap para penjajah maka kemudian seluruh tokoh-tokoh tarekat di seluruh negeri-negeri muslim itu ditangkap. Mereka dikucilkan.

Seperti di Indonesia kita mengenal Syaikh Yusuf Al Makassari. Dicabut dari tanah kelahirannya di Sulawesi Selatan. Dibuang ke Banten Download Tumblr once and for all. Dari Banten dibuang ke Sri Langka. Kalaupun tidak dibuang dikucilkan di negeri lain, mereka disuruh hijrah ke Mekkah semua. Dikumpulkan di Mekkah di Masjidil Haram untuk waktu yang lama.

Karena mereka dianggap tokoh pemberontak, kitab-kitab mereka banyak disita. Setelah mereka mengalami renaissance, memiliki kesadaran dan respek intelektual, maka kitab-kitab yang mereka sita tetap mereka hargai sebagai karya intelektual movie maker 2012 다운로드.

Kitab-kitab itu tidak dimusnahkan tapi mereka simpan di museum. Yang diambil dari Indonesia ke Belanda yang disimpan di Museum Belanda. Kitab-kitab tarekat yang ada di Aljazair dan Maroko diambil oleh penjajah Perancis ya disimpan di Perancis. Yang ada di Mesir disimpan di Inggris karena dijajah oleh Inggris.

Lalu bagaimana murid-murid yang tersisa? Ya mereka diintimidasi jangan coba-coba menyusun kekuatan lagi untuk melakukan pemberontakan evernote pc. Akibatnya mereka lari ke pedalaman masuk ke hutan ke lereng-lereng gunung. Mereka hidup tanpa ada pemimpin. Karena syaikh mereka, guru mereka, ditangkap atau dibuang. Kitab-kitab banyak disita. Maka mereka yang dipimpin oleh ulama-ulama muda yang bisa jadi belum matang betul ketarekatannya.

Wajar akibat keempat hal itu mereka mengalami degradasi, penurunan kualitas Blender Hangul. Di masa penjajahan ajaran-ajaran tarekat berubah menjadi klenik. Mereka bertarekat tapi lebih sibuk ngurus sakti-saktian. Mereka tidak terlibat dengan perkembangan peradaban. Ketarekatan itu menjadi sebuah escapism, sebuah pelarian.

Nanti ketika negeri muslim mulai banyak yang merdeka mulai muncul tarekat-tarekat itu tetapi menjadi aneh-aneh Download the reportDesigner Viewer. Seperti tidak beda dengan perdukunan dan aliran-aliran kebatinan, itu.

Penjajahan memaksa organisasi tarekat berjalan di tempat. Sanad keilmuan dan kemursyidan diputus. Bagaimana kemudian gerakan tarekat itu bangkit?

Setelah dunia Islam mengalami kemerdekaan, banyak anak-anak negeri yang belajar ke luar negeri. Anak-anak Indonesia yang alumni UIN atau IAIN sekolah ke Belanda. Yang dari Maroko atau Aljazair sekolah ke Perancis. Yang dari Mesir atau Iraq sekolah ke Inggris, misalnya.

Para intelektual muslim generasi pertama pasca kemerdekaan itu masuk ke dalam perpustakaan dan mereka menjumpai kitab-kitab tarekat lama yang dulu disita. Itu mereka bongkar kembali. Mereka kemudian temukan urut-urutannya ini, kitab syaikh anu karangan syaikh anu. Dipelajari, dicopy, diterjemahkan, dibawa balik ke negara masing-masing. Sehingga kelompok-kelompok tarekat di negeri-negeri muslim yang sempat mengalami degradasi, mengalami distorsi, penurunan kualitas dan penyimpangan, pelan-pelan diluruskan. Ini lho kitab guru kamu dulu, ayo kembali ke kitab. Dengan proses ini, kelompok tarekat di nusantara yang sempat tenggelam dan mengalami distorsi, mengalami pelurusan kembali. Mulailah orang terdasarkan kembali tentang kitab tarekat.

Sumber: Majalah Aula