Resume Majlis Tasawuf Selasa : 9 Agustus 2022
Hikmah

Resume Majlis Tasawuf Selasa : 9 Agustus 2022

Admin
1 April 2026

*[RESUME]* Kajian Tasawuf

Bersama Gurunda KH. Muhammad Danial Nafis _Hafizahullahu_


*Kitab Al-Hikam*

_Kalam Hikmah 1 & 2_


📝Jangan pernah memandang orang yang tidak berkenan dengan Tasawuf dengan Pandangan merendahkan, karena bisa jadi dia menjadi Tajuddin (Orang yang menggabungkan Ilmu Syariat dan Hakikat).


Imam Ibnu Athoillah (Shohibul Hikam) dan Imam Bushiri merupakan murid Syekh Abul Abbas Ahmad bin Umar Al Mursi, sehingga pada saat itu menjadi masa keemasan Thoriqoh Syadziliyah. 


📝Hikam adalah Magnus Opume dari Tarekat Syadziliyah. Maka dianggap Bohong jika ada orang yang menyandarkan karangan Kitab kepada Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili, karena beliau tidak memiliki karangan kitab. Tetapi Silabus dan Cara dia menuju kepada Allah terekam oleh para muridnya, sehingga kalam-kalam beliau dihapal lalu ditulis setelah Syekh Abul Hasan AsySyadzili wafat.


📝Abah saya membaca hikam lebih dari 40tahun, saya belum berani membaca untuk mengajar sebelum meminta izin kepada Beliau untuk membacanya agar diberikan Irsyad.


📝Hikam adalah bahasa hikmah yang enak didengar dan sulit untuk dilakukan. Apalagi kalau tidak disertai Thoriqoh, maka Hikam hanya sebatas kata-kata. Tidak bisa diamalkan dengan baik oleh Pembacanya yang tidak mengiringi hikam dengan Bacaan Dzikir dan arah Thoriqoh yang benar.


مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزَّ لــَـلِ


"Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya, adalah kurangnya ar-raja’ (rasa harap kepada Allah) ketika terdapat kesalahan/kegagalan atau berharap kepada sesuatu yang bersifat fana(keduniawian)."


📝Rasulullah telah memberi rambu-rambu agar kita tidak menyandarkan diri kepada Allah, Beliau Bersabda:

“Tidaklah seseorang masuk surga dengan amalnya.” Ditanyakan, “Sekalipun engkau wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Sekalipun saya, hanya saja Allah telah memberikan rahmat kepadaku.” 


Maka barangsiapa yang bergantung kepada selain Allah, maka bersiaplah untuk menerima kehancuran dan kekecewaan ketika tidak sesuai dengan ekspektasinya.


📝Asma Ash-Shomad hanya disebutkan satu kali di Al-Quran yakni Surat Al-Ikhlas, itu menunujukan bahwa pengaharapanmu/kunci ikhlas itu hanya engkau sandarkan kepada Allah. 


📝Hati-hati bagi para murid/salik ketika bertindak dan beribadah, jangan sampai dia berharap dengan amalnya agar menjadi seorang wali atau kepentingan dunia.


📝Kekecewaan yang muncul itu sebagai timbal balik atas prilakumu yang tidak didasari karena Allah.


📝Kita harus paham bahwa kita tidak bisa memberi pilihan (keputusan). Karena kelahiran dan letak anggota tubuh saja kita tidak bisa menentukannya. Kenapa gak disini atau disitu?

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ ۗمَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.


📝Orang barat mengajarkan paham rasionalitas dan empiris, sedangkan Tasawuf itu Irfani/intuitif. Dan cara kerjanya dengan Mukasyafatul Qolbi.


📝Maka tidak boleh bagi seorang murid menyandarkan kepada usahanya, kekuatannya, kemampuannya. Karena dia bisa melakukukan berbagai amal ibadah itu karena Taufiq, Anugrah dan Hidayah dari Allah.


📝Orang yang bersandar kepada Allah itu ketika mendapat kesenagan dan berbagai anugrah dia tidak akan takjub dengan amal yang ia lakukan, begitu pula ketika ekpektasinya tidak sesuai dia akan biasa-biasa saja , tidak kecewa.


📝Jangan sampai engkau merasa _"kalau bukan karena saya, maka akan ...., kalau saya gak sedekah kamu gak akan makan"._ Karena itu penyakit hati yang menunjukan dia tidak ikhlas.


*I'timad(Bersandar) itu dibagi menjadi 4:*

1. I'timad terhadap Nafsu/Diri (mengandalkan kemampuan diri) , ini adalah tanda celaka dan nestapa.

2. I'timad terhadap amal, ini adalah ciri golongan orang yang bodoh dan lalai (jahilihin wal ghofilin).

3. I'timad terhadap karomah dan ahwal, ini adalah ciri dia belum bersuhbah dengan mursyid.

4. I'timad kepada Allah, ini adalah ciri orang yang Arifin dan Muwahhidin.


*Adapun Tajrid itu dibagi menjadi 3:*

1.Tajrid Zhohir saja (Meninggalkan keduniawian secara zahir saja, berpakaian sufi compang camping tapi tak berilmu)


2. Tajrid Batin saja (Meninggalkan keterkaitan/gumantunge Nafsu dan Penghalang yang bersifat semu)


3. Tajrid Zhohir dan Batin secara bersamaan. (Meninggalkan keterkaitan nafsu dan pekerjaan jasmani), maksudnya Memfokuskan hati dan jiwa raga hanya untuk Allah.


إِرَ ادَ تُــكَ الـتَّجْرِ يْدَ مَـعَ إِقَامَـةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ اْلأَسْبَابِ مِنَ الشَّـهْـوَ ةِ الْخَفِـيـَّةِ.

وَ إِرَادَ تُـكَ اْلأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ الـتَّجْرِ يْدِ اِنحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَـلِـيـَّةِ


"Keinginanmu untuk tajrid, sementara Allah masih menegakkan engkau di dalam asbab, merupakan syahwah yang tersamar (halus). Dan keinginanmu kepada asbab, pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam tajrid, merupakan suatu kejatuhan dari himmah yang tinggi."


📝Tajrid adalah suatu kondisi dia tidak memiliki ketergantungan kepada sesuatu selain Allah, dia dikondisikan tanpa melakukan amaliyah asbab dia bisa hidup. Dan seperti ini banyak. 


📝Adakalanya Allah menempatkan seseorang dalam dunia asbab dalam kurun tertentu—misalnya, untuk mencari nafkah, mengurus keluarga, atau memimpin negara. Bila seseorang sedang Allah tempatkan dalam kondisi asbab itu, namun dia berkeinginan untuk tajrid (misalkan dengan ber-uzlah), maka itu dikatakan sebagai syahwat yang samar(lembut). Sebaliknya, saat Allah menempatkan seseorang dalam tajrid, namun dia justru menginginkan asbab, maka itu merupakan sebuah kejatuhan dari keinginan yang tinggi.


📝Untuk mengetahui posisi kita, kita harus butuh mursyid dan arahan dari nya. Jangan kita yang menilai dan menentukan posisi kita. Karena tidak semua hizib wajib kita baca semua. Untuk itu dihukumi dzalim kalau tidak pergi untuk kholwat dan dakwah, sedangkan anak istrinya terlantar tidak terurus.

Orang itu harus duduk di posisinya, hidup itu _sawang-sinawang_ (melihat kondisi orang lain enak, lalu sadar mensyukuri keadaanya). 


📝Syaikh Abdul Qodir Jailani pernah berkata: Engkau tidak akan sampai kepada Allah jika masih memiliki Iradah/Keinginan. 


📝Tawakkal itu terletak di depan ketika kita menyusun tujuan, bukan setelah melakukan amal. Karena engkau harus tahu bahwa engkau diberikan inspirasi itu dari Allah. Dan Dia lah yang menggerakkanmu.


📝Kita ini hanya bismillah di lisan, padahal seharusnya kita bismillah pada lisan, hati dan pikiran..

Maka kita diberikan solusi berupa Istikhoroh, tapi bagi ahli thoriqoh itu bukan hanya ketika mengalami kebingungan akan pilihan. Seseorang itu berhijrah sesuai niatnya.


📝(Pertanyaan) Kenapa saya setelah mengaji dengan Zawiyah padahal perasaan saya karena Allah tapi kok banyak banget ujiannya, terutama ditinggal wafat istri?

Ujian itu adakah Tanda perhatian Allah kepada panjenengan. Itu menguji bukti ketulusan dan kegigihanmu dalam jalan kesucian ini, karena jalan yang kita tempuh adalah Jalan Nabi dan Rasul.


📝Allah akan menguji, karena Allah ingin tahu sesiapa dari kalian yang amalnya terbaik.

Mana ada nabi dan rasul serta para kekasih Allah itu tidak diuji? Semuanya pasti diuji, kita itu hanya sering mendengar karomahnya. Tidak mengetahui secara detail bagaimana beliau ibadah dan riyadhohnya?.


@Zawiyah Ar-Raudhah

#Ngaji #SinauRoso #Tasawuf


Credit By Arfan

Artikel Terkait