Wasiat Jami'ah lil Imam As-Sayyid Muhammad bin Shiddiq Al-Ghumari qs.
Tasawuf

Wasiat Jami'ah lil Imam As-Sayyid Muhammad bin Shiddiq Al-Ghumari qs.

Admin
6 March 2026

Pesan tersebut ditulis oleh perintis thariqah sekaligus imam kita, Maulana Al-Arif Al-Akbar Syekh Sayyid Muhammad bin Shiddiq Al-Ghumari qs. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada penduduk wilayah Al-Araisy, salah satu kota di Maroko. Adapun isi suratnya sebagai berikut:

Kepada yang terhormat ikhwan dan ahbab fillah semua fuqara (pengikut tasawuf) yang bermukim di Al-Araisy, semoga Allah swt. menjaga kalian semua.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Amma ba’du,
Saya mencintai kalian dan semoga Allah dan Rasul-Nya juga mencintai kalian semua. Hendaklah kalian semua senantiasa melaksanakan tugas-tugas agama baik yang bersifat qolbiyah maupun qalibiyah, karena dengan kegiatan tersebut kita akan mendapat kebahagiaan akhirat dan ketenangan abadi.
Tugas-tugas agama yang dimaksud antara lain adalah mengucap dua kalimat syahadat disertai keyakinan penuh akan makna kandungannya, yakni memantapkan dengan yakin atas ke-esaan Allah swt. secara dzat, sifat, maupun perbuatan-Nya dan mengukukan keyakinan bahwa risalah yang dibawa oleh Baginda Rasul saw. adalah suatu kebenaran dari Allah swt. sehingga perintah dari risalah tersebut harus diikuti dan larangan-Nya mesti dijauhi.
Setelah pengukuhan dua kalimat syahadat, tugas terpenting adalah mendirikan shalat lima waktu yang pelaksanaannya sesuai waktu yang ditentukan dan secara berjamaah. Hal tersebut tentu dengan memperhatikan semua syarat sahnya, suci dari hadats kecil dan besar, menghadap kiblat, menutup aurat, teliti dalam berwudhu, apik ketika buang air kecil dan besar dengan melakukan istibro dan istijmar, yaitu mengeluarkan kotoran dari qubul dan dubur (kemaluan bagian depan dan belakang) secara tuntas dan membersihkannya dengan batu (bila memungkinkan) lalu membilasnya dengan air.
Disamping pelaksanaan ibadah fardhu, sunnah dan mustahabat yang lainnya, hendaklah membiasakan diri dengan melaksanakan amalan nawafil seperti shalat witir, shalat sunnah 2 rakaat sebelum fajar/shubuh dan shalat-shalat rawatib qabliyah dan ba’diyah.
Diantara tugas-tugas yang wajib dilaksanakan juga adalah zakat. Apabila kalian termasuk orang yang wajib zakat maka tunaikanlah! Karena zakat adalah pembersihan, pengembangan dan penyebab untuk menjadi kaya.
Selain tugas-tugas tersebut diatas hendaklah kalian semua menjaga anggota badan seperti telinga, mata, lidah, perut, tangan, kemaluan dan kaki, jangan sampai terjerumus pada perkara-perkara yang dilarang.
Jika demikian, maka janganlah memperdengarkan telingamu kecuali pada nasihat, dzikir dan amar ma’ruf nahi munkar. Matamu jangan diperlihatkan pada wanita-wanita, anak-anak dan perhiasan-perhiasan yang tidak halal bagimu. Kendalikanlah lidahmu dari ucapan bohong, mengumpat, mengadu domba, menipu dan memfitnah. Janganlah mempergunakan tangan kalian untuk menyakiti dan merusak jiwa raga dan harta benda orang lain. Kendalikan pula hasrat perutmu dari mengkonsumsi makanan yang haram dan kemaluan mesti dijaga dari oerbuatan yang diharamkan. Batasi pula langkah kakimu hanya berjalan untuk ketaatan kepada Allah swt. Waspadailah hati kalian dari sifat sombong, takabur, riya, iri, dengki, dendam, berwatak jahat, penipu, penjilat, haus jabatan, ingin terpandang, suka pujian, takut celaan, dan mengutamakan materi serta takut kepada selain Allah swt..
Perbanyaklah bertafakur pada ciptaan Allah swt. dan sadarkan hati bahwa pengawasan Allah selalu hadir disetiap gerak-gerik kalian. Jangan berkecil hati untuk mencapai tahapan ini, sebab apabila kalian memohon pertolongan Allah swt., maka hal tersebut sangatlah mudah. Dan untuk lebih memudahkan dalam pencapaiannya, sering-seringlah berkumpul berdzikir bersama di waktu luangmu terutama pada saat antara maghrib dan isya dan antara subuh dan waktu terbit matahari, sungguh teramat besar anugrah dan pahala dzikir yang dikerjakan pada dua waktu tersebut.
Satu sama lain dari kalian semua harus saling menyayangi, saling mencintai karena Allah swt., saling membantu, menjalin silaturahmi, menengok saudaranya yang sakit, menasehati pada kebenaran dan kesabaran, bersabar menanggung penderitaan, dan janganlah berkumpul dan bergaul bersama orang-orang yang membuatmu berhenti dari berdzikir kepada Allah swt., sebab yang demikian itu dapat mengakibatkan hatimu mati; hati yang mati merupakan malapetaka dalam agama dan pertanda lemahnya keyakinan, sedangkan dzikir kepada Allah swt. berarti memperoleh perhatian dan keridhaan-Nya.
Berdzikir bersama dapat menenangkan hati, karena dalam perkumpulan dzikir itulah tersedia taman surga, curahan rahmat yang melimpah dan ketenangan yang Allah swt. turunkan, bahkan disana ada kerumunan malaikat sebagaimana dijelaskan dalam berbagai keterangan yang shahih dari Rasulullah saw., karena itu janganlah sekali-kali kamu terpengaruh oleh orang-orang yang mencegah dan mencela kalian dalam berdzikir kepada Allah swt., sebab siapapun dia adalah syetan yang membangkang dan terkutuk.
Terakhir, tidak boleh menjelek-jelekan seorang pun hamba Allah swt., tidak boleh ada rasa takut pada hamba-Nya, tidak pula berharap padanya, karena sesungguhnya setiap urusan berada dalam genggaman Allah swt.. Masing-masing tidak akan dapat memberikan manfaat maupun mudharat satu sama lainnya, tidak pula dapat merendahkan dan meninggikannya. Maka jagalah baik-baik hati kalian semua jangan sampai berharap kepada makhluk, sebab yang demikian itu adalah kefakiran yang nyata dan kehinaan yang jelas. Yakinlah, apabila pesan ini dapat kalian amalkan sungguh kamu sekalian telah tergolong orang-orang yang khusus disisi Allah swt. dan berhasil menggapai tujuan.
Semoga Allah swt. memberikan pertolongan, kekuatan dan lindungan dari berbagai godaan syetan. Semoga Allah swt. menjaga kalian semua.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Artikel Terkait